Tag: ByteDance

  • Reels vs TikTok: Lebih Dahsyat Mana untuk Keperluan Bisnis?

    Reels vs TikTok: Lebih Dahsyat Mana untuk Keperluan Bisnis?

    Msb.biz.id – Dewasa ini, pertempuran media sosial sedikit banyak telah kita saksikan. Sang penantang, dalam hal ini ByteDance, mengguncang dunia dengan layanan video pendek besutan mereka. Merespon apa yang telah dijalankan raksasa teknologi, Facebook, yang getol mengakuisisi perusahaan teknologi yang sedang booming atau bahkan membunuhnya dengan merilis produk andalan mereka.

    Bagi anak muda, TikTok sudah menjadi bagian dalam kehidupan bersosial media, bahkan para pengusaha kini mulai mencoba untuk berkomunikasi dengan mereka. Tak heran jika pesaingnya, Instagram, meluncurkan Reels dengan tujuan agar bisa bersaing dengan kompetitornya. Setelahnya, aplikasi besutan ByteDance ini justru mendulang engagement yang sangat luar biasa dan sukses memasuki zeitgeist.

    Siapa sih yang nggak tahu TikTok? Jejaring sosial media berbasis video kini sudah menjadi trend di semua kalangan masyarakat. Meski tergolong baru, TikTok mampu mengumpulkan total 745,9 juta download di Apps Store dan Google Play, meski angka tersebut mengalami penurunan 24% pada 2020 dengan 980,7 juta download.

    Yang paling mengejutkan adalah, meskipun baru dirilis pada tahun 2018, TikTok juga telah memiliki 1 Miliar pengguna di tahun 2021. serta menjadi pemuncak daftar aplikasi terlaris di tahun 2021.

    Instagram yang pada mulanya menjadi media sosial berbasis foto, kini justru mengubah haluan setelah petinggi mereka secara blak-blakan akan fokus pada layanan video sharing. Lini usaha mereka yang baru, Reels, kini sedang menabuh genderang perang dengan TikTok.

    Lalu, apa saja yang membedakan keduanya? Mari simak penjelasan berikut ini!

    Fitur download

    Kesuksesan ByteDance memuncaki sosial media berbasis video tak lain tak bukan adalah dengan menyisipkan fitur download dalam aplikasinya. Ini memungkinkan pengguna untuk menyebarluaskan di platform lain tanpa perlu menggunakan third-party-app.

    Lain halnya dengan Reels, yang tidak menyediakan fitur tersebut bagi penggunanya. Dan mau tak mau, pengguna harus menggunakan third-party-app untuk bisa mendownload video yang diinginkan. Ini juga berdampak share rate yang tak sebesar TikTok.

    Watermark

    Bagi kalian pengguna TikTok, pasti sudah tahu bahwa aplikasi ini mencantumkan watermark pada video yang diunggah. Dengan adanya watermark, ini menjadi langkah awal branding bagi kreator video tersebut. Hasilnya, rasa keingintahuan oleh viewers akan meningkat, serta bermuara dengan presentase engagement yang tinggi.

    Sementara itu, Reels justru tidak membubuhkan watermark pada setiap video yang diunggah di Instagram. Bisa disebut, ini menjadi sebuah kesalahan “elementer” yang dilakukan oleh Instagram. Singkat kata, bagaimana viewers bisa tahu siapa kreator video yang didownload jika watermark tidak tersedia?

    Algoritma

    Jika kamu sering menggunakan Reels, apakah kamu pernah merasa bahwa sistem algoritma Reels tidak customized? Contoh, jika kalian menyukai konten tentang olahraga, maka dengan otomatis fitur ‘explore’ yang ada di Instagram akan menampilkan konten dengan kategori yang kamu sukai. Tapi tidak dengan Reels yang algoritmanya masih terkesan “semrawut”, mengapa? Karena terkadang saya sendiri menemui konten yang tidak saya sukai justru terus muncul di tab Reels.

    Berbeda dengan pesaingnya TikTok, yang memang membuat penggunanya betah berlama-lama mengakses. Karena memang ByteDance merancang algoritma yang disesuaikan dengan ketertarikan penggunanya. Yang lebih ekstrim lagi adalah, topik pembicaraan yang belum saya search malah muncul dengan sendirinya di For You Page (FYP).

    Peranan algoritma bagi sebuah platform media sosial sangatlah krusial, karena algoritma memainkan peran besar dalam menjaring apa yang disukai oleh audience. Kita lihat saja, apakah Reels akan berbenah untuk urusan algoritma. Tapi, meskipun bakal mencontek saingannya, saya kira platform besutan ByteDance masih sulit untuk dikalahkan.

    Audience

    Jika kamu seorang pebisnis, siapa saja yang ingin kamu jangkau? Ini menjadi sebuah pertanyaan besar karena setiap platform media sosial memiliki perbedaan dalam hal demografi. Dan jika target pasar kamu merupakan anak muda, maka platform TikTok sangat cocok untuk bisnis kamu.

    Menurut survey Statista, hampir separuh pengguna TikTok berusia dibawah 30 tahun. Dengan rincian, 25% dibawah usia 20 tahun, dan 11% berusia 50 tahun keatas. Sangat jelas, ini adalah platform yang sangat menguntungkan untuk menggaet konsumen dari kalangan anak muda.

    User interface

    Untuk urusan tampilan, ada perbedaan besar diantara keduanya. TikTok memiliki interface yang sedikit agak kasar. Dengan sedikit lonceng dan bahkan lebih sedikit peluit. Mengingat jumlah audiens yang sering berselancar di TikTok, tak heran jika user interface bukan menjadi prioritas utama.

    Di sisi lain, Reels, hadir dengan desain yang mumpuni serta fitur yang lebih intuitif. Jika kamu seorang warganet, elemen ini tidak akan berperan besar dalam keputusan kamu. Berbeda halnya bagi para imigran digital yang masih mementingkan aksesbilitas teknologi, yang mana Reels jauh lebih unggul dibanding pesaingnya.

    Pilihan musik

    Dari sisi musik, ByteDance sukses dengan menyisipkan backsound yang sangat brilian. Banyak lagu menjadi viral, dan sound-sound baru terus hadir di dalam platform yang populer ini.

    Setiap konten yang diunggah di TikTok memiliki audio, selain itu tersedia juga fitur voiceover yang memungkinkan suara anda sendiri sebagai audio di dalam konten anda, atau cukup dengan mengakses pilihan musik yang sudah tersedia di dalam platform. Disana, anda akan disuguhkan dengan jutaan sound berkualitas, baik itu yang berasal dari para musisi terkenal atau efek suara yang diciptakan sendiri oleh para pengguna.

    Sementara itu, Reels mengambil pendekatan yang berbeda. Perlindungan hak cipta justru menjadi fokus utama bagi platform besutan Meta ini. Alih-alih seperti TikTok, anda hanya disediakan database musik bebas royalti di dalam konten anda.

    Komunikasi dengan user

    Dengan jumlah 2.000 karakter untuk setiap postingan, Reels memungkinkan anda untuk berbagi cerita dengan detail kepada para audiens anda. Sementara itu, TikTok justru membatasi caption di setiap konten dengan 100 karakter.

    Jika anda konten kreator yang senang bercerita panjang lebar, Reels sepertinya bisa menjadi pilihan utama. Namun, jika kamu menerapkan pendekatan yang lebih ringkas, TikTok bisa jadi platform yang cocok bagi kamu.

    Fitur editing video

    Untuk urusan editing, ByteDance menyediakan berbagai filter yang membuat konten kamu lebih menarik. Filter atau komponen lainnya sering digunakan untuk menambah kesan komedi, yang selamanya tidak bertujuan untuk mempromosikan produk.

    Reels juga memiliki fitur efek dan filter yang sama dengan Instagram Stories. Dengan fitur Reels yang terbatas, tampilan Reels nampak lebih ciamik. Bagi kamu yang suka membuat konten yang nampak profesional, Reels adalah pilihan yang tepat.

    Kesimpulan

    Apakah Reels bisa menggantikan TikTok? Atau justru TikTok masih menjadi raja yang kokoh di puncak? Tak diragukan lagi memang, hingga saat ini TikTok masih menjadi andalan konten kreator dalam menyajikan konten yang berupa video pendek. Dengan gaya dan style yang kekinian, ia sangat cocok dengan target demografi yang telah dipilih.

    Tapi, kami juga tidak mengatakan bahwa Reels bukan tempat yang cocok bagi strategi pemasaran kamu. Misal, jika kamu seorang konten kreator dan ingin melindungi konten anda dari ejekan dan hujatan. Maka, Reels adalah tempat yang cocok, karena memiliki fitur dalam mencegah pengguna lain untuk menggabungkan video kamu dengan video mereka sendiri.

    Sudah banyak para pebisnis menggunakan kedua platform ini secara bersamaan, karena kepribadian dan audiens mereka yang berbeda dan memungkinkan target yang lebih berdampak bagi bisnis kamu. Yang pasti, persaingan sesama platform sudah menjadi hal yang biasa. Selama konten kamu original dan tidak mengandung hal-hal yang menyinggung, konten tersebut akan disambut dengan baik di Reels ataupun TikTok.